Cara Riset Keyword Search Volume Rendah untuk Strategi SEO
Ketika membangun website, kita tentu ingin mendapatkan banyak pengunjung dari Google. Karena itu, banyak pemilik website langsung mencari keyword dengan jumlah pencarian tinggi. Cara tersebut memang terlihat menarik karena angka search volume yang besar menunjukkan banyak orang mencari topik tersebut.
Namun, persaingan pada keyword populer juga biasanya sangat ketat. Akibatnya, website baru atau website dengan otoritas yang masih berkembang sering membutuhkan usaha jauh lebih besar untuk mendapatkan posisi bagus. Nah, di sinilah keyword dengan search volume rendah mulai menarik perhatian.
Apa Itu Keyword Search Volume Rendah?
Keyword search volume rendah merupakan kata kunci yang memiliki jumlah pencarian relatif sedikit dalam periode tertentu. Tidak ada angka mutlak yang menentukan sebuah keyword masuk kategori rendah karena setiap niche memiliki karakteristik pencarian berbeda. Selain itu, search volume hanya menunjukkan perkiraan jumlah pencarian.
Mengapa Keyword Volume Rendah Tetap Menarik?
Persaingan Lebih Realistis
Pertama, keyword dengan volume rendah sering memiliki tingkat persaingan yang lebih realistis. Oleh karena itu, website baru dapat menggunakannya sebagai bagian dari strategi membangun visibilitas. Namun, Anda tetap perlu menganalisis halaman kompetitor.
Memiliki Intent yang Lebih Spesifik
Selanjutnya, keyword panjang biasanya menunjukkan kebutuhan yang lebih spesifik. Dengan memahami konteks tersebut, Anda dapat membuat konten yang langsung menjawab kebutuhan pencari.
Mendukung Trafik yang Lebih Relevan
Selain itu, keyword volume rendah dapat mendatangkan pengunjung yang memiliki kebutuhan tertentu. Jika konten sesuai dengan kebutuhan tersebut, pengunjung dapat melanjutkan perjalanan menuju halaman produk atau layanan.
Cara Riset Keyword Search Volume Rendah
1. Tentukan Topik Utama
Pertama, tentukan topik utama yang sesuai dengan niche website. Buat daftar masalah, pertanyaan, produk, layanan, dan kebutuhan yang berkaitan dengan topik tersebut. Misalnya, Anda mengelola website tentang SEO. Anda dapat memulai dari topik seperti keyword research, technical SEO, internal link, indexing, hingga optimasi konten.
2. Gunakan Keyword Research Tool
Selanjutnya, masukkan keyword utama ke dalam tools riset keyword. Perhatikan variasi keyword yang muncul, kemudian cari istilah dengan volume pencarian lebih rendah tetapi tetap relevan. Jangan hanya melihat kolom search volume. Perhatikan juga tingkat persaingan, tren, serta variasi keyword yang memiliki hubungan erat.
3. Manfaatkan Google Suggest
Google Suggest juga dapat membantu menemukan ide keyword. Ketik topik utama ke Google, kemudian perhatikan saran pencarian yang muncul. Saran tersebut dapat memberikan gambaran mengenai istilah yang sering pengguna masukkan dalam pencarian.
4. Periksa Related Searches
Selain Google Suggest, perhatikan bagian pencarian terkait yang muncul di halaman hasil Google. Bagian tersebut dapat memberikan ide tambahan untuk memperluas daftar keyword. Google mungkin menampilkan variasi pertanyaan yang berkaitan dengan tools, strategi, atau cara penggunaannya.
Analisis Search Intent
Pahami Tujuan Pencarian
Setelah menemukan keyword, jangan langsung membuat artikel. Pertama, pahami tujuan pencarian pengguna. Kemudian, sesuaikan format halaman dengan intent tersebut. Jika pengguna membutuhkan panduan, buat artikel tutorial. Jika pengguna ingin membeli sesuatu, arahkan keyword menuju halaman produk atau layanan yang relevan.
Lihat Hasil Pencarian Google
Selanjutnya, cari keyword tersebut di Google. Perhatikan jenis halaman yang muncul pada hasil teratas. Jika Google menampilkan artikel panjang, Anda dapat membuat konten informatif. Sebaliknya, jika Google menampilkan halaman produk, Anda perlu mempertimbangkan halaman komersial.
Kelompokkan Keyword yang Saling Berkaitan
Jangan membuat satu artikel untuk setiap keyword kecil tanpa melihat hubungan antarkeyword. Beberapa keyword dapat memiliki intent yang sama dan dapat Anda bahas dalam satu artikel. Dengan mengelompokkan keyword tersebut, Anda dapat menghindari konten yang saling bersaing.
Prioritaskan Keyword Berdasarkan Nilai
Setelah mengumpulkan keyword, buat prioritas. Pertimbangkan beberapa aspek seperti relevansi, search intent, tingkat persaingan, potensi trafik, dan hubungan dengan bisnis. Keyword dengan volume sangat kecil tetap dapat Anda prioritaskan jika keyword tersebut memiliki peluang konversi tinggi.
Buat Konten yang Spesifik
Setelah memilih keyword, buat konten yang benar-benar menjawab kebutuhan pengguna. Hindari membuat artikel panjang hanya untuk mengejar jumlah kata. Sebaliknya, berikan informasi praktis, contoh, langkah-langkah, dan penjelasan yang relevan. Kemudian, tambahkan internal link menuju halaman lain yang masih berkaitan.
Kesimpulan
Pada akhirnya, cara riset keyword Search Volume rendah membutuhkan pendekatan yang tidak hanya berfokus pada angka pencarian. Anda perlu melihat relevansi, search intent, persaingan, serta potensi bisnis dari setiap keyword.
Pertama, tentukan topik utama. Selanjutnya, gunakan keyword research tool, Google Suggest, dan related searches untuk menemukan variasi keyword. Kemudian, analisis hasil pencarian, kelompokkan keyword yang memiliki intent serupa, dan buat konten yang benar-benar menjawab kebutuhan pengguna. jasa seo depok dapat membantu menyusun strategi SEO sesuai kebutuhan bisnis dan target audiens.
Jurusann Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi. Mempunyai minat di bidang desain. Dapat menyesuaikan diri saya dengan orang baru, lingkungan baru, dan mudah berbaur dengan orang baru. Mampu bertanggung jawab serta mampu menyelesaikan tugas dengan tepat waktu. Memiliki keinginan untuk terus berkembang dengan cara belajar hal-hal baru.